Senin, 29 Juli 2013

perawatan king cobra by omkicau

Perawatan murai batu King Cobra

Dalam beberapa pekan terakhir, Desly selalu menurunkan murai batu King Cobra (KC) ke berbagai even lomba burung di wilayah Jabodetabek. Hebatnya burung ini terus mengukir prestasi puncak. Padahal KC merupakan gaco lama, tetapi masih stabil dan mampu bersaing di kelas murai batu, yang di wilayah Jabodetabek selalu berlangsung ketat. Bagaimana Om Desly merawat gaconya hingga tetap stabil di jalur juara?
Om Desly sebenarnya punya ketertarikan pada beberapa jenis burung kicauan. Tetapi ada tiga jenis burung yang membuatnya begitukesengsem, yaitu murai batu, cucak hijau, dan kenari.
Desly dan cucak hijau Lokomotif
Desly bersama cucak hijau Lokomotif.
Tahun lalu, dia pun melakukan take-over terhadap tiga burung jawara, yaitu King Cobra (murai batu), Lokomotif (cucak hijau), dan Melody (kenari). Ketiga gaco itulah yang kini menjadi andalan utamanya saat turun ke lomba.
Yang paling bersinar tentu murai batu King Cobra, karena nyaris setiap pekan menjuarai lomba di wilayah Jabodetabek, yang mana tingkat persaingannya selalu seru dan ketat. Di Jabodetabek, jarang dijumpai murai batu yang bisa meraih hasil nyeri, apalagi hattrick.
Muai batu King Cobra
Performa KC tetap stabil
Namun hal ini mulai didobrak King Cobra, yang beberapa pekan terakhir justru berhasil meraih double-winner. Dalam even Flamboyan Enterprise Bintaro, Minggu (28/7) kemarin, KC berhasil meraih dua gelar juara 1 dan sekali juara 4.
Seminggu sebelumnya, dalam evenPBI Bekasi di Lapangan Cobra, Tambun, Bekasi (21/7), KC sukses juara 1 di Kelas PBI Bekasi dan Kelas Cobra. King Cobra juga nyeri dalam even Gebyar Ramadhan yang digelar Halim BC, dengan menjuarai Kelas Mega Bintang dan Kelas Bintang. Burung ini hampir meraih hattrick, namun harus puas menjadi juara 3 di Kelas Executive PBI.
Om Desly menyadari, persaingan murai batu di wilayah Jabodetabek memang terbilang ketat. Kekuatan masing-masing hampir merata. Banyak burung jawara baru bermunculan setiap pekan. Namun itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus memberi perawatan maksimal kepada KC, agar tetap eksis dan bertengger di tangga juara.
“KC sudah membuktikannya. Karena pada dasarnya kualitas burung ini memang bagus. Meski gaco lawas, setiap pekan selalu memberi saya kepuasan batin melalui kemenangan demi kemenangan yang diraihnya,” kata Om Desly.
Materi lagu yang dimiliki KC memang cukup mewah, didukung  dengan tembakan cililin yang dibawakannya panjang-panjang, serta tonjolan suaracucak jenggot, burung gereja tarung, dan ngekek lovebird yang panjang. Semua ini menjadi senjata utama King Cobra.
Mandi hanya 3 hari sekali
Murai batu King Cobra milik Desly
King Cobra sehari-hari dalam kandang umbaran.
Perawatan KC relatif sederhana. Bahkan jadwal mandinya hanya tiga hari sekali. Setiap pagi, sekitar pukul 06.00, kerodong dibuka dan burung dikeluarkan. Selanjutnya, burung dianginkan sejenak, kemudian dijemur selama dua jam (hingga pukul 09.30).
Selesai dijemur, burung kembali dianginkan dan diberi extra fooding (EF) berupa 5 ekor jangkrik. Setelah itu, burung diberi 2 sendok makan kroto segar.
Berikutnya, burung langsung dimasukkan ke kandang umbar dengan panjang 3,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter. King Cobra menjalani seluruh aktivitasnya di kandang umbar hingga sore hari.
“Karena kandang umbar luas, burung menjadi leluasa bergerak. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan kebugarannya, sehingga performanya saat tampil di lapangan pun makin maksimal,” ujar Om Desly.
Sore hari, burung dipindahkan dari kandang umbar ke sangkar harian, sambil dianginkan dan diberi tambahan 5 ekor jangkrik.
Dua hari menjelang lomba (H-2), porsi jangkrik dan kroto diubah. Jika sebelumnya menu jangkrik 5-5 dan kroto sebanyak 2 sendok makan, maka pada hari Jumat dan Sabtu tidak ada batasan mengenai kedua jenis EF tersebut. Artinya, burung diberi jangkrik dan kroto sekenyangnya.
Dengan perawatan seperti itu, didukung kualitas materi burung yang memang bagus, KC membalas semua jerih-payah majikannya dengan terus mengukir prestasi demi prestasi. Setiap pekan, burung ini selalu turun lomba, dan hampir selalu meraih gelar juara. (d’one)

Sabtu, 27 Juli 2013

mabung lama by omkicau

Mencari penyebab mabung berlangsung lama

Referensi Wajib Baca
Lama proses ganti bulu (moulting), mulai dari awal rontok bulu hingga sempurnanya pertumbuhan bulu-bulu baru, pada burung tidak bisadigebyah-uyah dalam hitungan minggu atau bulan secara seragam. Setidaknya ada dua faktor awal yang berpengaruh di sini, yaitu jenis burung kicauan dan karakter individu burung. Kalau masa mabung berlangsung terlalu lama, di luar waktu normal, barulah kita cari penyebabnya. Oke, berikut ini beberapa penyebab burung mabung terlalu lama.
Apa yang menyebabkan proses mabung pada burung berlangsung begitu lama ? Pertanyaan seperti ini sering dilontarkan sobat kicaumania, baik dalam forum burung di website maupun forum burung di facebook.
Korban kegalauan pemiliknya
Mabung terlalu lama
Bahkan karena kesal atau justru kasihan, beberapa penggemar burung malah nekat merontokkan bulu dengan cara mencabuti bulu-bulu yang tidak segera rontok, dengan harapan bulu baru akan segera tumbuh.
Meski dalam beberapa kasus, kicaumania tak memperoleh dampak negatif melalui tindak pemaksaan tersebut, Om Kicau menyarankan jangan sekali-sekali merontokkan bulu dengan cara dicabut.
Sebab ketika tunas bulu masih tertancap kuat di bawah kulit, berarti di sana ada pembuluh darah dan saraf. Kira-kira, sama seperti gigi manusia yang oglak-aglik namun belum juga tanggal. Ada yang memaksa mencabutnya dan tak berdampak negatif, tetapi ada juga yang berujung kematian seperti dialami almarhum pelawak Leysus.
Seperti dijelaskan di awal, lama masa mabung pada burung tergantung dari jenis burung dan karakter individu dari burung itu sendiri. Ada satu hal lagi yang terkait dengan keberadaan kita sebagai penggema burung, yaitu aspek perawatan selama masa mabung.
Jenis burung dan lama mabung
Beberapa jenis burung memiliki masa  mabung yang relatif pendek, misalnya saja cucak hijau. Tetapi beberapa jenis burung lainnya memiliki masa mabung yang sangat panjang, misalnya kakatua (7 – 9 bulan). Berikut ini lama mabung pada beberapa jenis burung kicauan :
  • Kenari : Rata-rata 4 –  6 minggu, meski ada juga yang mengalami masa mabung hingga 6 – 7 minggu.
  • Lovebird : Rata-rata 2 – 3 minggu.
  • Pleci : Rata-rata 3 –  4 minggu.
  • Burung kicauan lainnya memiliki masa mabung bervariasi, rata-rata  4 – 6 minggu.
Kalau proses mabung melebihi batas waktu normal, silakan dicek mengenai perawatan yang diberikan selama masa mabung. Kalau Anda merasa sudah memberikan perawatan secara benar, sangat dimungkinkan mabung yang terlalu lama ini disebabkan faktor individu burung. Ini sangat terkait dengan faktor genetis (keturunan), yang memaksa kita hanya bisa pasrah dan sabar.
Bagaimana cara mengetahui bahwa kita sudah memberikan perawatan secara benar ketika burung memasuki masa mabung. Berikut ini beberapa kelalaian yang sering kita lakukan dalam merawat burung mabung. Kalau Anda tak pernah melakukannya, berarti cara perawatan Anda relatif sudah benar.
Burung mabung
Burung mabung.
Pertama, masih memperlakukan burung mabung tidak berbeda dari perawatan harian. Padahal, kondisi fisiologis burung yang mabung dan tidak mabung sangat berbeda. Kondisi burung mabung relatif sensisitif dan lemah, seperti nggreges pada manusia.
Beberapa kelalaian yang sering dilakukan saat burung mabung antara lain:
  • Tetap melombakan burung dan / atau mempertemukannya dengan burung sejenis. Misalnya pada burung tipe fighter sepertimurai batukacerpentet, dan tledekan, maupun tipe semi-fighter seperti cucak hijau.
  • Tidak memberikan banyak waktu bagi burung untuk beristirahat, terutama pada malam hari. Misalnya, sangkar tidak dikerodong dan lampu dibiarkan terus menyala.
Kedua, mengabaikan masalah pakan hanya karena burung sudah tidak dilombakan lagi. Burung yang mabung tetap membutuhkan pakan dengan kadar protein dan kalori tinggi. Kalori merupakan sumber energi yang diperlukan untuk merontokkan bulu (awal moulting).
Adapun protein sangat diperlukan dalam rangka menumbuhkan bulu-bulu baru. Sebab, selain kalsium dan fosfor, material penting untuk menumbuhkan bulu baru adalah keratin, salah satu jenis asam amino esensial. Asam amino terkandung dalam protein.
Malnutrisi, atau kekurangan nutrisi, selama burung mabung akan membuat penderitaan burung bertambah, dan biasanya berujung pada stres. Itu sebabnya, tidak sedikit burung jawara yang tiba-tiba macet bunyi usai mabungnya rampung. Butuh terapi khusus dan waktu lama untuk membuatnya kembali gacor.
Namun, pemberian protein juga perlu dipantau sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan burung malah over birahi selama masa mabung. Beberapa pemain murai batu, misalnya, mengkombinasikan pemberian kroto (sumber protein) dan ulat kandang (peredam birahi) untuk gaconya yang sedang mabung.
Kesalahan dalam perawatan burung selama mabung inilah yang kerap membuat burung stres, dan hal ini akan memperlambat proses ambrolnya bulu maupun memperlambat proses tumbuhnya bulu baru. Akibatnya, masa mabung pun molor terlalu lama.
Perawatan selama masa mabung
Lalu, bagaimana perawatan mabung secara benar ? Untuk detailnya, Anda bisa membuka kembali arsipnya di sini.
Burung mabung
Burung yang sedang mabung.
Selain itu, Anda juga bisa mempelajarai pola perawatan burung mabung, khususnya untuk jenis burung yang sering dilombakan. Caranya, lihat menu bar di bagian atas halaman ini. Arahkan kursor pada tulisanHalaman Burung. Nanti akan terlihat beberapa jenis burung. Silakan klik jenis burung yang diinginkan.
Selanjutnya, akan terbuka halaman dari jenis burung yang Anda klik. Misalnya murai batu. Di sana pasti akan Anda jumpai beberapa artikel mulai dari perawatan harian, perawatan lomba, penangkaran, hinggaperawatan selama masa mabung. Nah, klik saja perawatan selama masa mabung.
Melalui penelitian bertahun-tahun, Om Kicau menyimpulkan bahwa burung-burung yang sedang mengalami masa mabung sebenarnya bisa dijaga agar kondisinya tetap fit. Istilahnya, bisa meredam rasa nggregesiyang sering menjadi penyebab burung stres.
Karena proses moulting pasti melibatkan dua tahap, dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda, maka Om Kicau pun sejak dua tahun lalu meluncurkan dua produk terkait proses rontok bulu.
Pertama, BirdMolt-Pre, yang bisa digunakan pada masa awal rontok bulu, atau awal ngurak hingga ambrol. Selain menjaga agar kondisinya relatif fit, anti-stres, produk ini akan mempercepat rontoknya bulu hingga bulu bisa ambrol sempurna.
Kedua, BirdMolt-Post, yang bisa digunakan saat burung mulai tumbuh tunas bulu baru / bulu jarum hingga seluruh bulu barunya tumbuh dengan sempurna. Selain mempercepat pertumbuhan bulu baru, produk ini pun  akan membuat bulu baru lebih rapi dan mengkilap. Burung juga selalu fit dan tidak stres.
Kedua produk BirdMolt ini bisa didapatkan di agen atau sub-agen Om Kicau yang terdekat dengan tempat tinggal Anda. Jika di tempat Anda belum ada agen / sub-agen, pemesanan bisa dilakukan via online langsung ke omkicau.com.
Mohon diingat, produk Om Kicau hanyalah alat bantu. Kunci paling utama adalah ketelatenan dalam merawat burung mabung, serta pemahaman mengenai apa yang seharusnya tidak dilakukan saat burung mabung, seperti dijelaskan di atas.
Misalnya, jangan lupa mengerodong burung mabung untuk memberikan ketenangan bagi mereka. Selepas maghrib, lampu ruangan di mana burung disimpan sebaiknya dimatikan agar burung bisa istirahat total.

Jumat, 26 Juli 2013

menyetel birahi lovebird

Menyetel birahi lovebird saat lomba

Referensi Wajib Baca
Lovebird bukanlah burung tipe fighter(petarung). Karena itu, ketika ditampilkan dalam lomba, ia tak selalu berada dalam kondisi top form, sehingga bisa rajin bunyi dan menekan lawan-lawannya. Nah, agarlovebird tampil prima saat lomba, kunci utamanya adalah menyetel kondisi birahinya, melalui pengaturan extra fooding (EF). Berikut ini tips menyetel birahi lovebird agar tampil prima saat lomba. Tips ini berdasarkan pengalaman Yayat Andrianto, perawat lovebird Dora, juara 2 di Piala Raja 2013. Selamat mengikuti.
feat-lovebird
Nama Om Yayat tidak dapat dipisahkan dari H Sugeng Distro, pemilik sejumlah lovebird jawara dari Antasari BC Tulungagung. Selain memiliki Dora, Om Sugeng juga mengoleksi loverbird jawara lainnya seperti Sizuka. Semua gaco ini dirawat oleh mekanik andalannya, yang tidak lain adalah Om Yayat.
Karena itu, tips menyetel birahi lovebird saat lomba yang diberikan Om Yayat dapat dijadikan salah satu referensi bagi lovebird lovers, khususnya yang sering melombakan burungnya. Artikel ini sudah dipublikasikan dalam Tabloid Agrobur Edisi 689 (Minggu I Agustus 2013), dan sangat menarik untuk dibaca.
Seperti diketahui, untuk keperluan nutrisi dasar, lovebird dapat diberikan pakan bijian seperti millet putih. Pemberian millet putih tidak akan menyebabkan birahi lovebird menumpuk. Istilah Om Yayat, pakan ini bersifat netral, alias sekadar mengenyangkan.
Nah, untuk mendongkrak birahinya, burung perlu diberi extra fooding(EF) seperti jagung muda, biji matahari, kangkung, maupun kroto. Pakan tambahan inilah yang berperan penting terhadap kondisi birahi lovebird, termasuk saat lomba.
Karena targetnya adalah bagaimana agar birahinya bisa optimal saat lomba, maka pemberian EF bisa digencarkan sehari menjelang lomba (H-1), atau Sabtu. Om Yayat biasa melakukannya pada Sabtu sore, diawali dengan pemberian 10 – 25 butir biji matahari.
“Pada hari Minggu, sebelum dibawa ke lapangan, kita amati dulu apakah birahi lovebird sudah naik atau belum. Jika kurang birahi, bisa diberi cacahan kangkung atau jagung muda. Selain itu, air minum bisa ditaburi sedikit garam untuk asinan,” ungkap Om Yayat yang tinggal di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
Selanjutnya, saat burung sudah dibawa ke lapangan, amati kembali perilakunya. Sebab, terkadang LB mengalami peningkatan birahi secara berlebihan. Gejala yang terlihat, misalnya, burung ngeruji atau ngering,yaitu menempel pada jeruji sangkar sambil berputar-putar pada jeruji tersebut. Selain itu, burung juga sering turun ke dasar sangkar, kemudian ngeruji lagi, dan seterusnya.
Kalau Anda melihat lovebird menampilkan perilaku seperti itu, bisa dipastikan birahinya berlebihan, dan harus segera diturunkan. Caranya? “Berikan gabah dari beras merah, yang dioplos dengan millet putih,” kata Om Yayat.
Jika Anda membaca porsi pemberian biji matahari di atas berada dalam kisaran 10 – 25 butir, hal itu karena karakter masing-masing burung tidak selalu. Karena itu, Anda dapat mengatur setelan paling tepat, setelah melalui beberapa eksperiman. Silakan dicoba dari porsi paling minimalis dulu: 10 biji matahari, kemudian amati kondisi birahi dan perilakunya menjelang lomba.
Jika setelan ini dirasakan sudah tepat, berarti lovebird Anda secara genetis memang memiliki birahi tinggi. Jika burung sampai membutuhkan 25 biji matahari agar birahinya naik, berarti secara genetis birahinya rendah sehingga harus disokong melalui EF yang banyak pula.
Yayat Andrianto, perawat lovebird jawara
Om Yayat, mekanik lovebird dari Tulungagung. (Foto: Agrobur)
Perawatan harian lovebird lomba
Selain setelan menjelang lomba dan saat lomba, perawatan harian terhadap lovebird lomba juga tak boleh dilupakan. Berikut ini tips Om Yayat mengenai perawatan harian untuk lovebird lomba:
  • Aktivitas harian dimulai pukul 06.30. Burung dikeluarkan dan langsung dijemur.
  • Saat penjemuran, sediakan pula cepuk berisi air yang digunakan untuk mandi burung. Ini merupakan cara yang biasa dilakukan Om Yayat. Jika Anda terbiasa memandikan lovebird dengan cara disemprot atau menggunakan karamba, sebaiknya teruskan saja kebiasaan tersebut.
  • Aktivitas mandi dan jemur bisa dilakukan bersamaan dengan burung master yang biasa mendampingi lovebird, misalnya cucak jenggot dan kenari. Artinya, sangkar bisa digantang berjejer. Tetapi lovebird jangan dijemur berdekatan dengan lovebird lainnya. “Kalau sekadar mendengar suara lovebird lainnya ya boleh saja,” kata Om Yayat.
  • Sekitar pukul 09.30, burung diangkat dari penjemuran, dan diangin-anginkan sebentar. Demikian pula dengan burung masternya.
  • Selanjutnya, burung dikerodong dan ditaruh di gantangan biasanya. Burung master tetap didekatkan dengan sangkar lovebird.
Menurut Om Yayat, dalam satu rumah sebaiknya cukup memelihara dua ekor lovebird, agar burung tidak selalu bersahut-sahutan. Sebab, hal ini akan menguras staminanya, sehingga saat di lapangan malah tidak bisa bekerja.
Namun, kalau Anda bisa mengakalinya, tentu bisa saja memelihara lebih dari dua ekor. Misalnya, LB dimasukkan dalam ruang terpisah dan agak berjauhan, sehingga suaranya tak begitu jelas terdengar oleh lovebird lainnya.

Kamis, 25 Juli 2013

kenari KARMARI


lantak ngamen


lantaklantak 3


lantaklantak 4 kali mabung


manfaat penjemuran dipagi hari by om kicau

Manfaat penjemuran burung di pagi hari

Sebagai penggemar burung kicauan, Anda pasti sering memandikan dan menjemur burung. Mungkin ada sebagian kicaumania yang melakukan ini karena memperoleh tips dari rekannya yang lebih berpengalaman, atau memperoleh informasi dari buku atau media online. Ketika ditanya, apa sih sebenarnya manfaat penjemuran burung di pagi hari, sebagian kicaumania menjawab untuk mengeringkan bulu-bulu burung yang basah sehabis mandi. Ada juga yang menjawab agar suaranya lebih kencang dan lebih rajin bunyi. Nah, siapa di antara pembaca yang memiliki jawaban yang sama ?
Pagi hari adalah waktu yang tepat menjemur burung
Pagi hari waktu yang tepat menjemur burung
Memang, penjemuran di pagi haru secara tidak langsung bisa membuat burung lebih rajin berkicau. Sebab penjemuran akan mempengaruhi birahi burung. Tetapi, selain jawaban di atas, sebenarnya banyak sekali manfaat penjemuran, apalagi jika dilakukan pada waktu yang tepat (sebelum pukul 10.00).
Selain pemilihan waktu, durasi penjemuran juga mesti diperhatikan. Durasi penjemuran berbeda-beda menurut jenis burungnya. Untuk beberapa burung yang biasa dilombakan, Anda bisa melihat durasi penjemuran yang ideal dengan memencet Halaman Burung pada menu bar di bagian atas website omkicau.com, kemudian pilih jenis burung. Setelah halaman terbuka, silakan cari bagian Perawatan Harian.
Penjemuran yang terlalu pendek kurang memberikan efek nyata untuk mempertahankan atau meningkatkan kegacoran burung. Sebaliknya, penjemuran yang berlebihan juga bisa berakibat kurang baik, misalnya burung menjadi mudah stres, bahkan dalam beberapa kasus sampai menimbulkan kematian akibat kepanasan.  Selain itu, penjemuran yang terlalu lama bisa menimbulkan heat stress dan heat stroke yang akan membuat burung macet bunyi dalam waktu lama.
Burung senang berjemur pada pagi hari
Di alam liar pun, burung senang berjemur pada pagi hari.
Saya tidak akan menjelaskan mengenai tips menjemur burung, karena sudah pernah dijelaskan secara detail di sini.
Artikel kali ini hanya membahas beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dari penjemuran burung pada pagi hari. Berikut ini beberapa manfaat penjemuran burung di pagi hari :
  • Sinar matahari pada pagi hari mengandung infra merah yang bermanfaat untuk pembentukan hormon testosteon bagi burung jantan, serta hormon estrogen dan progesteron pada burung betina. Ketiga hormon ini memegang kendali penting terhadap rangsangan birahi (juga organ reproduksi) yang membuat burung menjadi lebih rajin berkicau.
  • Sinar matahari pagi juga banyak mengandung ultraviolet yang bisa mengekstrakpro-vitamin D yang ada di dalam tubuh burung menjadi vitamin D3 yang sangat bermanfaat dan berpengaruh terhadap struktur tulang, daya tahan, dan beberapa organ penting lainnya.
  • Sinar matahari pagi bisa mengoptimalkan metabolisme dalam tubuh burung, sehingga proses penyerapan sari makanan dan pendistribusian sari makanan pun menjadi lebih tepat dan lebih efisien.
  • Sinar matahari pagi bisa membunuh hampir 85% virus penyebab penyakit pada burung.
  • Sinar matahari pagi hari juga bisa membunuh bibit jamur maupun jamur yang bersarang di lantai sangkar, jeruji, ataupun ornamen sangkar lainnya.
  • Sinar matahari pagi sangat bermanfaat dalam melepaskan kutu-kutu yang menempel pada permukaan kulit dan bulu-bulu burung
  • Sinar matahari pagi merupakan kebutuhan dasar biologis bagi burung. Jadi, penjemuran juga memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan psikologis burung. Semua burung pasti akan merasa senang jika dijemur setiap hari, terlebih pada pagi hari sewaktu matahari baru terbit.
Itulah beberapa manfaat penjemuran burung di pagi hari. Semoga bermanfaat.

Rabu, 24 Juli 2013

PERANGKAP TIKUS ALA OM KICAU

Membuat perangkap tikus di kandang penangkaran burung
Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung
Salah satu faktor yang bisa mengganggu proses penangkaran burung adalah faktor lingkungan yang tidak aman bagi burung. Misalnya banyaknya hewan pengganggu yang berkeliaran di sekitar kandang penangkaran, terutama tikus. Binatang pengerat ini tidak pernah mau tahu kalau kita sedang mencari uang melalui beternak atau menangkar burung. Ia bisa masuk ke kandang dengan mudah, kapanpun mereka mau. Bagaimana cara mengusir tikus dari kandang / sangkar burung Anda?
Tikus yang memangsa burung dalam sarangnya
Tikus yang memangsa burung dalam sarangnya
Selain tikus, ada beberapa hewan yang di mata burung cukup menakutkan, yang bisa membuatnya macet bunyi dan macet produksi. Misalnya kucing dan anjing.
Untuk kucing dan anjing, mungkin lebih mudah diatasi, karena kita bisa menghalaunya, atau menutup pintu yang membuat kedua predator ini tak bisa masuk.
Tetapi untuk tikus? Binatang ini bisa merusak kayu dan kawat melalui gigi-giginya yang memang didesain sebagai binatang pengerat.
Untuk mengatasi masalah tikus, beberapa penangkar biasanya menggunakan racun tikus, jebakan tikus, dan lem tikus. Namun, terkadang, tidak semuanya bisa berjalan efektif.
Ada altaenatif lain yang bisa Anda lakukan, yaitu membuat perangkap tikus yang sederhana, dari bahan-bahan di sekitar rumah, namun hasilnya sangat efektif. Sebab, dalam semalam, kita bisa menjebak beberapa ekor tikus sekaligus .
Bahan baku perangkap tikus :
Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan (Foto: Wikihow).
  • 1 buah ember / galon ukuran besar.
  • 1 buah kaleng bekas minuman ringan.
  • 1 batang kawat atau tongkat kayu / bambu.
  • 1 buah papan kayu (ukuran sesuai kebutuhan).
Jika Anda menggunakan bekas kaleng permen / kopi bubuk, maka tutup kaleng yang biasanya terbuat dari plastik terlebih dulu harud dilekatkan erat-erat dengan menggunakan lem power.
Mengelem tutup kaleng dengan lem power
Mengelem tutup kaleng dengan lem power.
Proses pembuatan
1. Lubangi bagian tengah atas dan tengah bawah kaleng
Untuk melubangi kaleng, Anda bisa menggunakan bor listrik atau peranti lainnya. Kedua lubang harus berada tepat di tengah-tengah, agar kaleng bisa berputar dengan sempurna. Jadi, pengukuran diusahakan secermat mungkin.
Lubangi bagian atas dan bawah dari kaleng
Lubangi bagian atas dan bawah dari kaleng
2. Lubangi ember besar pada sisi kiri dan kanan
Dengan menggunakan bor atau peranti lainnya, silakan lubangi ember besar pada setiap sisinya (sisi kiri dan kanan), dengan jarak beberapa cm saja dari mulut ember.
Lubang yang dibuat di sisi kiri dan kanan ember harus sejajar dengan tempat memasukan batangan kawat / batang kayu ke dalamnya.
Lubangi bagian kiri dan kanan dari ember atau galon
Lubangi bagian kiri dan kanan dari ember /  galon.
3. Siapkan kawat batangan atau tongkat bambu / kayu
Sekarang, siapkan kawat batangan atau tongkat dari kayu / bambu, kemudian tusukkan ke dalam lubang yang sudah dibuat pada kaleng .
Setelah itu, Anda perlu mengetesnya dengan cara diputar-putarkan. Periksa apakah putaran kaleng tersebut sudah pada porosnya dan lancar?
Jika sudah, selanjutnya adalah mengoleskan selai kacang pada bagian ujung kaleng tersebut.
Tusukan tongkat kayu atau batang kawat kedalam kaleng
Tusuklan tongkat kayu / batang kawat ke dalam kaleng.
4. Pasangkan tongkat ke lubang ember
Batang kawat atau tongkat kayu / bambu yang sudah ditusukkan ke kaleng, kini dimasukkan atau dipasang ke lubang kiri dan lubang kanan pada ember besar. Setelah itu coba dites lagi dengan cara diputar-putar. Intinya, putaran diusahakan lancar atau tidak tersendat-sendat.
Pasang kaleng dengan memasukan tongkat kesetiap lubang dari ember
Pasang kaleng dan tongkat ke lubang ember.
5. Masukkan beberapa liter air ke dalam ember
Silakan masukkan beberapa liter air ke dalam ember. Kita hanya menggunakan air biasa saja, agar lebih aman untuk binatang peliharaan lainnya. Jumlah air tak perlu terlalu banyak, karena bisa menyebabkan tikus yang sudah tertangkap mudah melarikan diri.
Tambahkan air kedalam ember tadi
Tambahkan air ke dalam ember.
6. Pasang papan kayu perangkap
Sekarang kita pasang papan kayu untuk menjebak tikus agar melaluinya. Papan kayu ditelakkan di samping ember, dengan ujung mengarah langsung ke kaleng yang berada di tengah-tengah.
Pasangkan kayu disamping ember
Pasang kayu perangkap di samping ember.
7. Perangkap tikus siap digunakan
Sampai di sini, pembuatan perangkap tikus sudah selesai. Anda bisa langsung menggunakannya di lokasi yang dekat dengan kandang penangkaran burung, atau lokasi di mana tikus-tikus sering berkeliaran.
Perangkap siap digunakan
Perangkap tikus siap digunakan.
Cara kerja perangkap tikus
Bagaimana cara kerja dari perangkap tikus ini? Karena pada ujung kaleng sudah dilekatkan selai kacang, maka aroma selai ini akan merangsang tikus untuk menghampirinya.
Tikus akan mencium bau selai kacang dan mencari sumber makanan tersebut. Tikus akan merangkak menaiki papan kayu yang berada di samping ember, kemudian melompat ke kaleng yang sudah diolesi selai kacang.
Selanjutnya, Anda sudah tahu sendiri. Tikus akan kehilangan kesimbangan, karena kaleng yang diinjaknya itu akan berputar-putar. Saat itulah tikus jatuh ke dalam air pada ember.
Suara tikus yang kecebur itu akan mengundang rekan-rekannya untuk datang, sehingga ikut terperangkap pula dalam ember. Anda bisa mengatur sendiri, kapan waktunya membuang tikus. Apakah kalau sudah 5 ekor atau lebih, semuanya terserah Anda.
Untuk menambah variasi dari jenis perangkap tikus, berikut ini beberapa gambar yang bisa Anda jadikan inspirasi dalam berburu tikus.
Perangkap tikus
Perangkap tikus.
Selamat berburu tikus, he.. he.. he..